Minggu, 16 Agustus 2020
 

Innalillahi, Mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin Wafat

 
 
Kabar duka menyelimuti Bumi Wiralodra Indramayu, Minggu (16/8/2020) pagi. Mantan Bupati Indramayu, Dr H Irianto MS Syafiudin (Yance) meninggal dunia di RSUD Indramayu sekitar pukul 09.15 WIB.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr Deden Boni Koswara, melalui pesan di grup WA. Selanjutnya info meninggalnya suami Hj Anna Sophanah itu pun bertebaran di media sosial, mulai dari whats app (WA) hingga Facebook.

“Selamat jalan Bapak Pembangunan. Semoga husnul khotimah,” tulis Hj Masayu Nurhayati di akun facebooknya.

Banyak yang kaget dan seperti tidak percaya atas kepergian Yance yang sangat mendadak. Termasuk Deni Sanjaya, pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu. Ia juga sempat ragu, dan mencoba menegaskan berita ini ke dr Deden, Kepala Dinas Kesehatan Indramayu.

“Saya tadi tegaskan lagi ke dr Deden, katanya bener Pak Yance meninggal dunia di RSUD Indramayu,” tuturnya.

Yance wafat dalam usia 65 tahun, meninggalkan seorang istri yang juga mantan Bupati Indramayu, Anna Sophanah. Almarhum meninggalkan tiga orang anak yakni Dinny Yuniarti Syafiana, Daniel Muttaqien Syafiuddin dan Deani Iyeng Syafiana.

Hendi, adik ipar almarhum, membenarkan berita meninggalnya Yance. Menurut keterangannya, almarhum meninggal karena serangan jantung.

“Almarhum juga sudah lama menderita saraf kejepit. Sudah sering berobat. Kondisi almarhum mulai ngedrop selama tiga hari belakangan,” tuturnya.

Sempat Minta Sarapan Nasi Langgi
Kabar meninggalnya mantan Bupati Indramayu H Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa kang Yance, membuat shock istri dan ketiga anaknya. Sebab, saat suami tercinta menghembuskan napas terakhirnya itu hanya ditemani ajudan bernama Taam dan penjaga rumah.

Mantan Bupati Indramayu Anna Sophanah tidak ada di tempat karena menghadiri pernikahan keponakannya bernama Hilal Hilmawan di Kota Bekasi pada Sabtu (15/8). Anna ke Bekasi bersama ketiga anaknya. Ana baru sampai di rumah duka, Minggu (16/8/2020) sekitat pukul 12.15 WIB.

Menurut keterangan Taam, malam itu ia mendampingi Kang Yance dengan penjaga malam bernama Nurudin (20).

“Pak Yance malam Minggu masih meminta dipesankan nasi Langgi untuk sarapan pagi. Pagi harinya sekitar pukul 06.00 saya membeli sarapan di luar,” ujar Taam seperti dikutip dari Radar Indramayu, Minggu (16/8/2020).

Sekitar pukul 07.30 WIB, Taam bersama Iwan, penjaga rumah, masih melihat almarhum masih berada di dalam kamar. Ia juga masih mendengar almarhum bantuk.

Dalam situasi itu Taam mengaku tidak berani membangunkan Yance. Karena sampai pukul 08.00 juga tidak bangun akhirnya Taam memaksakan diri bersama Iwan, penjaga rumah duka, untuk mengetuk pintunya.

“Saya benar-bemar terkejut saat pintu dibuka, Pak Yance wajahnya pucat. Tangan Pak Yance memegang saya dengan kencang sambil menahan sakit,” jelasnya.

Sekitar pukul 09.00, Minggu (16/8), bersama dengan penjaga rumah, langsung membawa Yace ke IGD RSUD Indramayu. Sekitar pukul 09.15, almarhum menghembuskan napas terakhir,” pungkasnya.

Sumber: Radar Indramayu
 
 
SHARE THIS
 


 
Tidak Ada Komentar.