Mapag Dewi Sri Indramayu

Mapag Dewi Sri Indramayu

Mapag Dewi Sri merupakan adat kesenian yang berkembang di Pulau Jawa. Mapag Dewi Sri Indramayu juga masih dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Sehingga Mapag Dewi Sri menjadi salah satu kesenian Kabupaten Indramayu. Kabupaten Indramayu yang merupakan sebuah Kabupaten yang berada di Jawa Barat, tepatnya berada di sebelah utara dari pulau Jawa. Daerah Kabupaten Indaramayu berada di jalur Pantai Utara, atau orang sering menyebutnya dengan nama Pantura.

Mapag Dewi Sri Indramayu

Mapag Dewi Sri dilakukan untuk rasa pengucapan syukur kepada Tuhan karena datangnya panen raya. Tentu saja ini berlaku pada petani. Diharapkan dengan mengadakan upacara Mapag Dewi Sri akan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Bukan hanya di jaman modern seperti sekarang acara ini dilakukan. Acara Mapag Dewi Sri sudah berlangsung turun temurun sejak nenek moyang masyarakat Indramayu.

Kata Mapag Dewi Sri berasal dari bahasa Jawa halus, dimana artinya adalah menjemput padi alias panen. Mapag yang berati menjemput dan Sri yang berati padi. Biarpun panen dilakukan setiap setahun sekali, tetapi upacara ini tidak selalu diadakan tiap tahun. Anda beberapa faktor yang menyebabkan tidak mengadakan upacara Mapag Dewi Sri, diantaranya adalah faktor keamanan atau juga karena adanya faktor buruknya hasil panen.

Untuk mempersiapkan upacara Mapag Dewi Sri diawali dengan kepala desa mengadakan musyawarah dengan sesepuh desa dan pemuka masyarakat. Dimana di dalam musyawarah ini untuk membicarakan penentuan hari dan juga dana yang dibutuhkan untuk upacara. Setelah musyawarah tugas para pamong desa untuk melakukan pengecekan ke sawah. Jika padi di sawah sudah menguning baru dipungut dana secara gotong-royong. Dan besarnya pungutan dana mengikuti kemampuan dari tiap masyarakat. Jika kita mengurutkan upacara ini, upacara diawali dengan upacara Sedekah Bumi, kemudian upacara Baritan dan yang terakhir adalah upacara Mapag Dewi Sri.

Hasil Pencarian:

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Artikel Terkait

2 Responses to Mapag Dewi Sri Indramayu

  1. [...] generasi muda sudah seharusnya kita melanjutkan kebudayaan daerah kita. Karena itu merupakan jati diri dari sebuah bangsa. Jangan sampai budaya kita menjadi [...]

  2. Raymond Ray says:

    Luar biasa.. bangga juga sebagai bangsa Indonesia.. salut dengan warga Indramayu yang masih setia melestarikan warisan budaya nenek moyang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>