Tag Archives: kabupaten indramayu

Meningkatkan Pendidikan Di Indramayu

Meningkatkan Pendidikan Di Indramayu

Daniel MSY. – Saat menjabat sebagai Bupati Indramayu, Kang Yance sangat perihatin dengan keterpurukan daerahnya. Keterpurukan daerahnya tersebut diakibatkan oleh rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dan salah satu penyebab rendahnya kualitas SDM di Indramayu adalah lemahnya pelayanan pendidikan terhadap masyarakat.

Ki Akhamadi Dalang Wayang Golek Cepak khas Indramayu

Ki Akhamadi Dalang Wayang Golek Cepak khas Indramayu

Ki Akhamadi Dalang Wayang Golek Cepak khas Indramayu yang sudah berumur 63 tahun. Beliau merupakan generasi ke 5 dalang wayang Golek Cepak. Leluhurnya yaitu Ki Pugas, Ki Warya, Ki Koja, Ki Salam. Kesenian tradisional wayang Golek Cepak merupakan kesenian khas Indramayu yang sudah melegenda. Walaupun usia Ki Akhamadi sudah tidak muda lagi, tetapi sampai sekarang beliau masih aktif dalam berseni. Selain itu, kegiatan lain yang beliau adalah sebagai Imam masjid. Sesungguhnya Jawa Barat, khususnya Indramayu kaya akan seni dan budaya. Disini generasi muda harus bisa melestarikan dan melanjutkan kesenian tradisional itu agar tidak punah.

Mapag Dewi Sri Indramayu

Mapag Dewi Sri Indramayu

Mapag Dewi Sri merupakan adat kesenian yang berkembang di Pulau Jawa. Mapag Dewi Sri Indramayu juga masih dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Sehingga Mapag Dewi Sri menjadi salah satu kesenian Kabupaten Indramayu. Kabupaten Indramayu yang merupakan sebuah Kabupaten yang berada di Jawa Barat, tepatnya berada di sebelah utara dari pulau Jawa. Daerah Kabupaten Indaramayu berada di jalur Pantai Utara, atau orang sering menyebutnya dengan nama Pantura.

Gagasan Kang Yance Untuk Mengentaskan Kemiskinan Indramayu

Gagasan Kang Yance Untuk Mengentaskan Kemiskinan Indramayu

Gagasan Kang Yance Untuk Mengentaskan Kemiskinan Indramayu - Membentuk Yayasan Gerakan Masyarakat Perduli keluarga Miskin (Gempur Gakin) merupakan salah satu gagasan Kang Yance selama menjabat sebagai Bupati Indramayu untuk memerangi kemiskinan yang ada di Indramayu. Yayasan Gempur Gakin bertujuan untuk mewadahi partisipasi masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Indramayu.

Kepedulian Kang Yance Pada Nelayan dan Warga Sekitar Pantai

images-18

Kepedulian Kang Yance Pada Nelayan dan Warga Sekitar Pantai - Selama menjabat sebagai Bupati Indramayu selama dua periode (2000-2012) dikenal sebagai Pemimpin yang perduli pada rakyatnya. Salah satu contoh kepedulian Kang Yance pada rakyat Indramayu adalah dengan memberikan bantuan berupa solar kepada nelayan kecil yang memngalami kesulitan untuk mendapatkan solar akibat kenaikan BBM.

Akibat kenaikan BBM yang terjadi pada tahun 2005, banyak para nelayan kecil kesulitan mendapatkan solar untuk memenuhi kebutuhan mereka melaut mencari ikan. Tanpa solar, nelayan tidak dapat melaut untuk mencari ikan. Kang Yance, yang ketika itu masih menjabat sebagai Bupati tidak tinggal diam melihat kesulitan yang sedang dihadapi oleh rakyatnya.

Wajib Belajar MDA di Indramayu

images-16

Daniel MSY.  - Wajib belajar MDA Indramayu yang dicanangkan oleh Kang Yance ketika masih menjadi Bupati Indramayu, merupakan salah satu gagasan Kang Yance untuk menciptakan generasi penerus di Indramayu yang memiliki akhlak mulia atau akhlakul karimah. Untuk merealisasi gagasan tersebut Kang Yance menerbitkan Perda No 2 tahun 2003 tentang wajib belajar madrasah diniyah aliyah (Wajar MDA).

Meredam Tawuran Di Indramayu

Meredam Tawuran Di Indramayu

Daniel MSY. – Banyak prestasi yang sudah diraih Kang Yance selama menjabat sebagai Bupati Indramayu, dan itu semua tidak lepas dari Keseriusan Kang Yance selama memimpin Indramayu. Salah satu prestasi yang berhasil ditorehkan Kang Yance selama menjabat sebagai Bupati Indramayu adalah, beliau bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan tawuran yang kerap terjadi di Indramayu.

Pada awal kepemimpinan Kang Yance, tawuran sering terjadi di Indramayu bahkan dianggap sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indramayu. Hal tersebut sempat menghancurkan pranata sosial di masyarakat. Fenomena semacam itu yang hadapi oleh Kang Yance, Ia dihadapkan dengan permasalahan disharmonisasi masyarakat yang sangat pelik, yang tentu membutuhkan penanganan secara arif dan bijaksana.

Adipura ke-5 Untuk Kabupaten Indramayu

15

Adipura yang ke-5 yang diperoleh Kabupaten Indramayu tentunya bukan suatu hal yang mudah untuk didapat. Perlu perjuangan keras dari semua pihak. Ada 2 indikator utama untuk meraih Piala Adipura ini. Yang pertama adalah Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota. Sedangkan indikator yang kedua adalah indikator pengelolaan lingkungan perkotaan yang bersifat non-fisik, yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.Dan pemerintah Kabupaten Indramayu pada tahun 2012 ini kembali meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil. Bukan hanya itu saja, bersamaan dengan Piala Adipura, Kabupaten Indramayu Jawa Barat juga meraih Piala Adiwiyata Mandiri dan Piala Adiwiyata Nasional.

Kebijakan Kang Yance Dalam Menanggulangi Bencana

Kang Yance Pemimpin Yang Hidup Untuk Rakyat

Daniel MSY. – Selama memimpin Indramayu sebagai Bupati, Kang Yance sadar bahwa posisi Indramayu yang berada di daerah pantai dan terletak didataran rendah sangat rawan terhadap bencana, terutama banjir, bajir rob air laut, bahkan kemeringan. Untuk menanggulangi keadaan tersebut, Kang Yance yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Indramayu melalui Keputusan Bupati Indramayu Nomor : 360.05/Kep.445-Kesra/2004 membentuk satuan pelaksana penanggulangan bencana alam di Indramayu dan penanganan pengungsi Kabupaten Indramayu.

Kang Yance Tidak Membedakan-bedakan Agama Dalam Kepemimpinannya

KH M. Fariz FH : Kang Yance Ideal Pimpin Jabar

Daniel MSY. – Kita tahu Kang Yance adalah seorang muslim dan sangat religius, namun bukan berarti beliau tidak memperhatikan agama lain yang non-muslim dalam kepemimpinannya. Sekali pun Indramayu dikenal sebagai Kota Santri, namun tidak sedikit juga warga non-muslim yang ada di Indramayu. Di Indramayu selain mayoritas Muslim (1.712.922 jiwa), juga terdapat pemeluk Protestan (2.719 jiwa), Katolik 91.715), Hindu (132 jiwa), Budha (282 jiwa) dan Khonghucu (23 jiwa).